Tuesday, April 20, 2010

Beda REAMER dengan OVERSIZE



Apa beda reamer dengan oversize?

Jawab :
Sebenarnya sih prinsip kerjanya sama, yaitu memangkas alias mengurangi bidang permukaan komponen agar dimensinya jadi lebih besar. Misalkan reamer, ungkapan ini lebih dikenal untuk membesarkan lubang venturi di karbu. Caranya lewat membubut sebagian lubang dinding venturi. Beda dengan oversize, dikenal untuk membesarkan dinding liner silinder untuk menyesuaikan diameter seher baru yang lebih gede.

Mereamer karburator adalah memperluas diameter venturi yang dimiliki karburator dengan merautnya menggunakan mesin bubut atau mesin lain yang memungkinkan untuk meraut secara melingkar.

Venturi adalah lubang utama pada karburator yang berbentuk seperti terompet pendek.

Kalau pekerjaanya bagus, maka sah-sah saja mereamer karburator. Namun setelah direamer, maka karburator sudah tidak bisa dikembalikan lagi ukuran venturinya ke standar.

Kalau mengganti karburator, biasanya diganti dengan karburator yang venturinya lebih besar. Kelebihan dari mengganti karburator adalah ketika mau mengembalikan venturi ke standar, cukup ganti lagi ke karburator standar yang sudah dimiliki.

Baik mereamer (memperbesar venturi karburator standar) atau mengganti karburator dengan venturi yang lebih besar tujuannya adalah meningkatkan laju alir massa bahan bakar yang masuk ke ruang bakar.

Semakin besar massa bahan bakar yang masuk ke ruang bakar akan memperbesar pembakaran dan akhirnya peforma meningkat. Kekurangannya adalah konsumsi bahan bakar juga meningkat (boros).

Saturday, April 3, 2010

CV Matic Teknologi baru Honda

[Translate]

cv matic (4)

cv matic

Mungkin informasi ini agak terlambat di posting di blog ini, karena Honda Motor Co., Ltd. telah mengumumkan pada Rabu (8/9) mengenai keberhasilannya mengembangkan transmisi otomatis terbaru yang dijuluki sebagai CV-Matic. Menurut Honda temuannya ini akan dipakai untuk dikombinasikan dengan mesin Cub-style.

Honda juga menyatakan teknologi CV-Matic bakal dikonsumsi pada model-model sepeda motor buatannya yang dijual di seluruh dunia, khususnya di negara-negara berkembang. Sementara Indonesia dan negara-negara Asean lainnya akan dijadikan proyek pertama yang dimulai tahun depan. Teknologi CV-Matic ini dipastikan bakal mengisi produk-produk skuter matic Honda.

Bore up Honda 100CC (Legenda)

[Translate]

Mendongkrak tenaga mesin Honda 100cc itu susah-susah gampang. penyebabnya, jarak keempat baut silinder terlalu dekat dengan liner atau boring. karena terlalu dekat, susah untuk dibore up gede-gedean, itu karena pilihan diameter piston pengganti jadi terbatas.

kalo enggak tahu cara mengakalinya, memang begitu. tanpa geser baut mesin, paling besar hanya bisa pakai piston 54-55 mm. itu pun, boring sudah tipis dan mesin jadi cepat panas.

untuk mengakali masalah ini, honda legenda dengan 100cc bisa adopsi piston honda Sonic dengan diameter piston 58 – 60mm.

yang mesti dilakukan pertama kali adalah bongkar seluruh mesin, artinya bagian crankcase juga ikut dibuka.

setelah itu, bubut bagian mulut crankcase yang menghadap pantat blok silinder sebanyak 3mm. bagian crankcase tetap kudu dibubut agar boring baru bisa masuk.

crankcase_legenda.jpg

kemudian lanjut ke silinder blok sendiri, sebelum memasang atau menentukan liner piston baru, kudu bilang ke tukang bubut, jelaskan papas bagian blok yang punya jarak renggang dengan baut blok sebanyak 2 mm.

jika langkah pertama sudah, lanjut membubut bagian blok yang berjarak lebih rapat. minta ke tukang bubut untuk menyamakan diameter agar berbentuk bulat sepenuhnya.

blog_legenda.jpg

tapi tukang bubut pasti sudah tahu harus bagaimana selanjutnnya, karena mereka juga biasanya sudah berpengalaman.

nah… setelah itu baru pasang liner baru dengan diameter 60,5 mm, lalu tinggal pasang piston. mau ukuran 58 atau 60 mm, tinggal tentukan sesuai kebutuhan.

setelah semua proses diatas dilakukan, sudah tentu kompresi melonjak dan tenaga lebih yahut…, karena kompresi tinggi, maka alangkah baiknya jika menggunakan bahan bakar dengan angka oktan tinggi, untuk menghindari ngelitik karena knocking.

Thursday, March 25, 2010

Pilih Satria FU atau mio


Dari ke2 motor ini, motor mana yang cocok untuk drag sesuai biaya yang tersedia, mari kita jabarkan kebutuhan dari masing-masing motor. Dan tentunya akan berimbas pada dana yang dikeluarkan.

Kalau danannya hanya sekitar 5 jutaan, lebih baik jatuhkan pilihan pada motor Yamaha Mio. Pasalnya untuk mengejar budget yang lebih murah, Mio rasanya paling pas untuk merubah setingannya dengan dana tersebut. Lagi pula, sekarang motor matik makin banyak yang turun dalam ajang drag race.

Dengan Yamaha Mio, Anda tak perlu pusing untuk membeli gear ratio yang harganya lumayan mahal. jadi tinggal mengandalkan pada peningkatan stroke/langkah dan bore up. Untuk kedua hal ini, kisaran dana yang dibutuhkan sekitar 3 jutaan.

Ada lagi nih Bro. Selain dua hal tadi, uang yang tersisa bisa dimanfaatkan untuk merubah Noken as sesuai kebutuhan, apakah untuk 201 m atau 402 m. Terus piranti pengapian dan perangkat CVT tak ketinggalan kudu dirubah untuk menyesuaikan kebutuhan rubahan. Yang lainya tergantung pada keahlian sang mekanik memanfatkan part yang ada. Dengan biaya 5 juta rasanya itu cukup.

Untuk Satria FU, biaya yang harus dikeluarkan jauh lebih mahal dari Yamaha Mio. Dan itu bisa mencapai dua kali lipatnya. Pasalnya harga part Suzuki Satria Fu sendiri sudah lumayan mahal.

Beberapa part yang harus dirubah dan butuh biaya yang lumayan seperti Noken as. Part yang satu ini pastinya harus dirubah. Lantas Piston, Naikan Langkah/stroke, Bore up, close ratio, final gear dan pengapian sesuai kebutuhan anda. Tentunya dengan berkonsultasi lebih jauh dengan mekanik anda. Dengan rubahan ini saja, biaya yang harus dikeluarkan sekitar 9 jutaan.

Untuk pengembangan yang lebih untuk mengoprek motor ini, tinggal bagaimana keahlian mekanik anda merubah tunggangan anda menjadi lebih sangar. Karena biasanya mekanik banyak menggunakan feeling nya untuk mendapatkan setingan yang tepat.

Wednesday, March 24, 2010


7 Juni 2009 boleh jadi tanggal bersejarah bagi jawa timur, cukup banyak Pebalap Jatim sukses sebagai tuan rumah dalam Putaran III Kejurnas Drag Bike 2009 kemarin. Dalam even yang digeber di Bandara Lama Juanda itu, pebalap drag Jawa Timur mampu tampil meyakinkan di depan pendukungnya. Pada tiap kelas kejurnas yang dilombakan terdapat pebalap Jatim di ranking lima besar.

Sebagaimana kelas Sport 2tak TUNE UP 155 cc, mempertarungkan motorsport 2tak paling liar, dengan spec-spec yang diambil dari motor Special Engine bersuara knalpot ala lebah, desingan magnet racing, karburator skep kotak berventuri raksasa dengan membran VFORCE 3.0 di dalamnya, serta pemilihan rasio dengan berat badan joki menjadi kuncian kemenangan di ajang balap ini. Dialah, Andi Memet dan Rizky Unyil, pebalap profesional dari TIM Drag Bike Jawa-Timur, Bofas, mampu menorehkan prestasi gemilang dengan finish satu dan dua di kelas yang sama. Sementara Galang, pebalap yang seringkali juga menangani motor Suzuki Satria KoniSpeed “mengalah” untuk sementara waktu di podium keempat. Sedangkan sang legenda balap Eko “Chodox” Sulistyo, Juara Nasional 2008, pemimpin peringkat Juara Nasional 2009 hingga putaran III ini tertahan lajunya di posisi ketiga. Spektakuler!!

Apalagi serunya di kelas para raja, Free For All MOTOR 2 Tak hingga 250cc. Bagaimana ban Comet M1 yang berlabel KING OF DRAG dipaksa meladeni power besar dan kehandalan para pebalap. Lihat bagaimana selisih waktu yang hanya dalam hitungan seperseratus detik menentukan kalah-menangnya seseorang. Bowo berhasil finish “hanya” bermodalkan 0.023 detik di depan rivalnya Antonius Petruk. Keduanya adalah pebalap Jogjakarta. Sedangkan Pebalap Jatim hanya berhasil bertengger di podium 4 dan 5, Diwakili oleh athlete David R, pembalap dari Vertical, mampu sedikit lebih cepat Rizky, dari klub War. Namun dari perolehan waktu antara sang juara dan peraih podium no.5 cukup rapat, hanya beda seperempat secon saja. Skill pembalap dalam mengendalikan motor kelas raja lah mungkin yang membedakan.

Di kelas bebek, yakni bebek 2 tak tune up 125 cc Jawa-Timur menang 3 : 0 atas pembalap Jogjakarta. Lagi-lagi sang pebalap handal Rizky Unyil dari kota Malang mampu menorehkan 8 koma NOL detik untuk jarak 201 meter mengendarai motor bebek. Dadang menempel ketat di urutan kedua dengan selisih 0.1 detik saja lebih lambat. Namun lihat betapa urutan 3,4,5 perolehan waktunya begitu rapat. HEBAT!!

Engine tuning modern telah bergeser trend ke arah motor 4-TAK, ini terbukti dengan torehan waktu yang semakin tajam. Maestro-maestro tuner motor drag melakukan perkawinan dengan joki-joki kawak maka hasilnya sangat mengesankan, bagaimana motor bebek 4-Tak berkapasitas mesin hanya 125 cc mampu menembus perolehan waktu 8 detik. Sebuah hasil seni dan ilmu pengetahuan, serta riset dan ketekunan terbayar disini. Podium 1-2-3-4-5, disapu bersih oleh tim Drag Jawa Timur. Terlalu dini untuk mengatakan kebangkitan balap di Jawa Timur, jika para tuner dan pebalap Jatim makin solid maka bukan tidak mungkin era kejayaan drag bike akan terulang. Dengan Taufik asal Surabaya juara pertama dengan perolehan waktu 8.88 second, dan dikunci oleh Yopi asal Surabaya dengan timer 9.07, atau bisa dibilang teknik bikin motor 4 TAK di Jawa Timur makin merata, hanya bagaimana pebalap mengolahnya di Lintasan Drag Strip.



JAKARTA - Sempat terancam batal karena tidak mendapat ijin dari kepolisian, namun lomba balapan dragbike bertajuk TDR -YSS-Comet Day Battle Dragbike Championship 2010 yang dipromotori Trendy Promo Mandira berlangsung sukses di Sirkuit Kemayoran Jakarta.

Semula event ini berlangsung pada 26-27 Januari 2010. tapi trpaksa ditunda dan baru bisa dilaksanakan pada 30-31 Januari 2010. Pada lomba ddragbike yang berlangsung Minggu (31/01/2010) kemarin mempertandingkan 10 kelas. Di kelas matic s/d 155 cc, Agus Maulana tampil sebagai yang tercepat dengan catatan waktu 9,258 detik. Lalu di kelas Di kelas Sport 2 tak Tune Up s/d 155cc, dijuarai oleh Datu Martika (Jakarta) dengan catatan waktu 7,876 detik.Sedangkan di kelas Bebek 4 tak Tune Up s/d 115cc, Ricko Bocel (Surabaya) keluar sebagai juara dengan catatan waktu 9/140 detik.

Kemudian di kelas Matic s/d 200cc, Dani Tilil (Jakarta) tampil sebagai juara dengan catatan waktu 8.259 detik. Sementara di kelas Sport 2 tak Tune Up s/d 140cc, dijuarai Ayipip Rosidi (Bekasi) dengan catatan waktu 7,938 detik.

Lalu pembalap asal Semarang Eko Chodox tampil sebagai juara di kelas matic s/d 350 cc dengan catatan waktu 7,721 detik.Untuk kelas Free for all (FFA) 4 Tak s/d250cc, Adi Tuyul (Pasuruan menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 8,120 detik.Di kelas Bebek 4 tak Tune Up s/d 125 cc, Ricko Bocel (Surabaya) menjadi jawara dengan catatan waktu 8,832 detik dan di kelas FFA 2 tak s/d250cc, Agung Unyil (Sidoardjo) menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 7,981 detik (Unk)